Cinta Tanpa Kata (Part II)

Beberapa hari berlalu, bel tua yang ia gerami setiap mengeluarkan bunyi, kini tak kunjung memanggilnya. Rana mulai khawatir. entah bel tua itu sudah tak berfungsi lagi, atau mungkin pria itu telah pergi. tapi bukan masalah besar baginya jika si misterius itu tak kembali. hanya saja rasa penasaran yang mendesaknya untuk selalu bertanya- siapakah pria itu.
Perlahan Rana mulai melupakan pria misterius itu dengan sendirinya. ia tak menganggap serius hal itu, ia hanya menganggap pria itu hanya sekedar ingin menjahilinya saja.

***
Rana segera bangkit dari ranjangnya. ia mengusap kedua matanya yang masih sayup. ditengoknya jam dinding bernuansa etnik itu- pukul 5 pagi.
“siapa yang bertamu pagi-pagi buta”. bisiknya geram. dengan kondisi setengah sadar ia menyusuri tiap anak tangga, hingga sampai di muka pintu.
tak ada siapapun disana kecuali beberapa ekor ayam mengerubungi sebuah kotak yang tergeletak di teras rumahnya.

Rana langsung teringat akan pria misterius itu. Ia membawa kotak itu ke kamarnya.ia mulai membukanya dengan sangat hati-hati, Rana takut kalau saja kotak itu berbahaya.
ia sangat terkejut melihat isi dari kotak tersebut. Sebuah kotak musik yang sedang ia idamkan kini berada di tangannya. Rana baru berniat membelinya sore nanti bersama bunda. tetapi, bagaimana pria itu bisa mengetahui apa yang sedang ia inginkan.
rana mulai cemas. jangan-jangan dia memata-matainya selama ini.
Secarik kertas tiba-tiba terjatuh dari dalam kotak musik itu.
“Jangan takut, aku harap kamu tidak berpikir buruk tentang ku” begitulah kira-kira isi suratnya. “tau siapa dia aja ngga, gimana mau berpikir buruk tentang dia” gerutunya.
***

vintage music box

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s