Cinta Tanpa Kata by Zhavira Nur Fitriany (part 1)

3

#ting tong
bel tua itu kembali berbunyi setelah beberapa menit yang lalu juga mengeluarkan bunyi. Rana segera bangkit dari sofa dengan sedikit geram, karena pikirnya ada yang menjahilinya dengan memainkan bel tua yang terpajang di muka pintunya. Ia membuka pintu itu dengan kesal. Dan benar dugaannya, lagi-lagi tak ada seorangpun disana. Ia melangkah maju sambil menerawang sekitar rumahnya. Sepi,sunyi, tak ada apapun disana kecuali daun kering yang berterbangan mengotori teras rumahnya.
“Siapa sih?! jail banget jadi orang!” teriaknya memaki. Entah apa yang ia maki, tapi ia harap orang yang menjailinya mendengar makiannya.
Keesokan harinya bel itu kembali berbunyi pada jam yang sama. Masih tidak ada orang disana, tapi kali ini berbeda. Beberapa tangkai bunga yang indah tergeletak di muka rumahnya, tak terbungkus bagai menyatu dengan lantai kayu mahoni itu. istimewa dan sangat indah. Rasa kesal Rana sedikit teredam.
***

Setidaknya ia pernah merasakan perlakuan seperti itu saat masih bersama mantan kekasihnya dulu. Rana memajang rapih bunga itu ke dalam vas. tapi ia kembali teringat. ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menaruh bunga itu di muka rumahnya. sontak ia langsung kembali ke muka pintu rumahnya. ia melihat sosok pria berjalan santai di ujung jalan. ia tak pasti apakah memang pria itu yang menaruh bunga di teras rumahnya atau bukan. 

***
Sore itu Rana sudah menunggu. tepat pada jam yang sama, ia duduk terpaku menatap jendela, agar ia bisa melihat siapa yang sering membunyikan bel tua itu secara misterius.Beberapa jam berlalu namun suara bel yang ia tunggu tak kunjung terdengar. sesekali ia mengintip dari belakang jendela. tetap tak ada seorangpun disana.
Rana mulai merasa lelah, ia kembali ke kamarnya dengan rasa penasaran dan kecewa yang muncul dalam benaknya.
ia tergeletak lemas sambil memandangi bunga yang sudah mulai tak berdaya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s